Jakarta Pusat, sudah hampir 4 minggu terdampar disini. Terdampar? sadis banget kayaknya.. tapi memang itu mungkin kata yang pas untuk menggambarkan kondisiku saat ini.
Aku disini karena menjalankan "tugas", ya cuma praktik kerja lapangan (PKL) sih, dan kebetulan lokasi PKL ditentukan oleh "yang berwenang" jadi mau gk mau harus nerimo.. meski hati hancur rasanya, liat temen-temen lain PKL di daerah masing-masing.
Tak perlu disesali, ada manfaatnya juga kok dapet tempat PKL disini.. |iya, manfaatnya tuh jadi agak berharap tidak penempatan pusat.. dipusat lingkungan kerja kondusif, tapi diluarnya ituuuu macetnya ituuu sesaknya ituuu dan "mahal"nya ituuuu.., belum sanggup rasanya menanggung semuanya *wuuh| hee..
manfaat PKL di pusat?
ada beneran kok..
pertama, jadi tau kan, mengalami sendiri gimana kehidupan di wilayah yang benar-benar ibukota. Selama ini merantau judulnya doang di Jakarta, tapi lingkungannya masih mirip-mirip sama tempat tinggal sejak lahir, jadi bisa agak mudah menyesuaikan. Beda bener sama Jakarta yang beneran Jakarta. Setuju-lah sama orang-orang yang bilang kalo ibukota jakarta itu kejam, bahkan lebih kejam dari ibu tiri. Jadi saranku, kalo berani menentukan mau tinggal dan hidup di jakarta ya harus berani untuk "kejam" juga, kalo kita gk kejam, kita bakal jadi yang di"kejam"in sama ibukota.
kedua, lebih bisa mandiri. sip, mandiri dalam segala hal. kemanamana sendiri, mau ngapa-ngapain sendiri. Bisa sebenernya minta bantuan atau sejenisnya sama para kakak di kosan, mereka baik dan ramah tapi namanya anak baru, masih pakewuh, gk enakan gitulah. Pengalaman mandiri yang benar-benar membuatku sadar bahwa sungguh beruntungnya kehidupanku sebelumnya. Kehidupan yang selalu didampingi orang-orang yang menyayangiku -keluarga, sahabat, teman, dan yg lainnya-. Kalau sebelumnya, pas butuh sesuatu, butuh bantuan, pengen curhat, pengen jalan-jalan, pas sakit, ada masalah, ato apalah.. semuanya tinggal bilang dan mereka siap mendengarkan serta membantu, siap menemani, siap memberi solusi, selalu ada uluran tangan yang bisa diandalkan. Saat ini harus benar-benar berusaha sendiri. Dan, jadilah aku yang sekarang menjadi pribadi yang lebih tangguh dan kuat. positif kan??.. :)
ketiga, jadi lebih waspada dan menghargai waktu. Harus waspada karena setiap saat bisa jadi korban, entah itu korban kriminal atau korban kecelakaan. Dan yang paling bikin aku selalu tarik nafas daleeem banget tuh, "waktu" yang bener-bener sulit buat diatur. Hidup disini serasa sangat sangat sangat menghabiskan waktu, bahkan membunuh waktuku mungkin. Pagi berangkat, pulang sore, sampe kediaman malem, dan tidur, kemudian bangun, lanjut hal yang sama, dan akhirnya tiba-tiba udah weekend aja, trus tiba-tiba udah akhir bulan, dan apa yang kita kerjakan? hanya hal yang sama, rutinitas penghabisan waktu. Terbukti atas semua yang kualami sendiri disini. Hari demi hari, minggu pertama usai aku pulang ke bintaro, minggu kedua selesai aku mengurus suatu hal yang memerlukan waktu agak lama, lanjut minggu ketiga sakit, habislah, dan sekarang sudah mau masuk weekend minggu keempat trus masuk minggu kelima dan rampunglah masa PKLku. wuzzzz.... Jadi harus lebih bisa belajar memanfaatkan waktu, menggunakan setiap waktu luang untuk hal yang berguna dan membahagiakan. Untuk apa hidup kalo gk bahagia kan ya?. Siiip..
Yaps, disamping segudang kejahatan Ibukota, ternyata masih ada manfaatnya.. untuk manfaat yg lain mungkin masih dalam pencarian. Ya nikmatilah dulu keadaan yang sekarang, kalaupun memang ini kurang menyenangkan toh bisa jadi pengalaman. Tapi setiap sisi negatif pasti punya pasangan positifnya juga, tinggal menunggu saja kapan "positif" itu berkunjung di kehidupan kita.
walaupun aku gk suka lingkungan jakarta, tapi aku suka dengan lingkungan tempatku PKLnya.
edisi curhatan semata
thx to all. keluargaku, sahabatku, temantemanku, dan semua yang selalu menyayangiku. miss u so muach..


